Tetap dekat saat keluarga berbicara banyak bahasa
Ketika cucu membalas dalam bahasa yang tidak dibaca kakek-neneknya, benang percakapan putus. Begini cara menyambungnya kembali.
Jurang bahasa antargenerasi
Di banyak keluarga yang tinggal di luar negeri, anak-anak tumbuh dengan bahasa negara setempat dan hanya separuh memahami bahasa kakek-neneknya. Grup keluarga lalu menjadi campuran yang membuat sebagian anggota tertinggal.
Bagi banyak keluarga Indonesia, hal ini terjadi pada bahasa daerah: orang tua berbicara dalam bahasa Jawa, Sunda, Minang, atau Batak, sedangkan anak-anak yang lahir di kota atau di negara lain lebih lancar dalam bahasa Indonesia atau Inggris.
Kebiasaan yang mendekatkan
- Setiap orang menulis dalam bahasa yang paling nyaman baginya: lebih baik pesan yang alami daripada pesan yang benar tetapi kaku.
- Foto dan pesan suara tidak perlu diterjemahkan: keduanya sampai ke semua orang.
- Sapaan sayang dan ungkapan khas keluarga layak dipertahankan apa adanya.
- Sapaan dalam bahasa orang lain, sekalipun terbata-bata, selalu membuat hati senang.
Ritual kecil yang bertahan lama
Tetapkan kebiasaan bersama, misalnya foto makan malam hari Minggu atau ucapan selamat pagi dari nenek. Hal-hal sederhana ini tidak bergantung pada kemampuan bahasa, namun membuat semua anggota merasa dilibatkan. Saat ada hari besar, ucapkan selamat dalam bahasa semua anggota keluarga, satu kalimat untuk tiap bahasa.
Dengan Okiko
Setiap orang melihat obrolan dalam bahasanya: nenek membaca dalam bahasa asalnya, cucu membalas dalam bahasanya, dan masing-masing menerima terjemahan dari yang lain. Teks asli tetap berada satu ketukan jauhnya, sehingga kata-kata khas keluarga tetap seperti saat ditulis.