Saling mencintai dalam dua bahasa
Perkenalan online tidak berhenti di perbatasan negara. Tetapi menulis “aku kangen kamu” kepada orang yang bahasanya tidak Anda kuasai perlu persiapan.
Yang hilang dalam terjemahan yang terlalu harfiah
Kata-kata sayang adalah yang paling sulit diterjemahkan. Sebutan mesra seperti “sayang”, “beb”, atau “cinta” membawa kehangatan yang lenyap jika diterjemahkan kata per kata. Sebaliknya, “I love you” dalam bahasa Inggris tidak selalu sama bobotnya dengan “aku cinta kamu” dalam bahasa Indonesia: orang mengucapkannya kepada orang yang berbeda dan pada saat yang berbeda.
Jebakan sebaliknya juga ada: terjemahan yang terlalu rapi justru terdengar palsu. Orang yang menulis santai dengan singkatan tidak ingin diubah menjadi bahasa buku pelajaran.
Santai atau sopan, dalam bahasa pasangan
Banyak bahasa membedakan register akrab dan register sopan. Terlalu cepat beralih ke gaya akrab bisa mengejutkan, sementara terlalu lama bersikap formal terasa dingin. Kita di Indonesia paham betul beda “Anda” dengan “kamu”, atau “aku” dengan “saya”. Petunjuk terbaik ada pada cara lawan bicara menulis kepada Anda: ikuti iramanya.
Perhatikan pula hal kecil: pasangan yang menulis panjang dan hati-hati kemungkinan sedang berusaha keras memakai bahasa Anda. Balaslah dengan kalimat sederhana dan hangat, bukan dengan teka-teki.
Beberapa kewaspadaan yang masuk akal
Berkenalan dari jauh menuntut kehati-hatian, apa pun bahasanya:
- Jangan pernah mengirim uang atau memberi akses ke rekening kepada orang yang belum pernah Anda temui.
- Waspadai orang yang buru-buru mengajak pindah ke aplikasi lain atau cepat-cepat membahas uang.
- Minta panggilan video sebelum melangkah lebih jauh.
- Beri tahu keluarga atau teman dekat sebelum pertemuan pertama.
Cara menjaga hubungan tetap hidup
Kebiasaan kecil lebih berarti daripada kata-kata megah. Kirim ucapan selamat pagi dalam bahasanya, meski salah ketik. Pelajari tiga atau empat frasa sayang dalam bahasa pasangan dan pakai pada waktu yang tepat. Bagikan foto, suara, dan cerita sehari-hari, karena hal-hal itu tidak perlu diterjemahkan.
Saat ada salah paham, jangan langsung menyimpulkan. Tanyakan dengan tenang, “Maksudmu begini?”, dan ingat bahwa terjemahan otomatis mungkin yang keliru, bukan niat pasangan Anda.
Dengan Okiko
Fitur Rencontres (Pertemuan) di Okiko memungkinkan Anda melihat profil dan menulis dalam bahasa sendiri: obrolan diterjemahkan dua arah dan tidak pernah lewat WhatsApp. Nomor hanya dipertukarkan jika kedua pihak setuju. Ada juga panggilan video dengan teks terjemahan, verifikasi lewat swafoto, dan tombol untuk memberi tahu orang terdekat soal rencana pertemuan.
Profil yang tampil adalah milik orang yang sudah mengaktifkan profilnya dan bersedia ditemukan. Anda dapat melaporkan dan memblokir kapan saja.